Tata Cara Umroh (Manasik Umroh)

Tata cara umroh sesuai sunnah akan dibahas dalam artikel ini. Umroh adalah wujud dari ibadah haji kecil, dengan jangka waktu yang lebih cepat serta keberangkatannya yang tidak menunggu antrean yang lama seperti haji. Selain itu jika haji hanya bisa dilaksanakan pada antara tanggal 1 Syawal hingga 13 Zulhijah maka pada ibadah umroh dapat dilaksanakan setiap waktu. Kecuali pada hari Arafah pada 10 Zulhijah dan hari Tasyik yaitu tanggal 10,11, dan 13 Zulhijah.

Rukun Umroh terdiri dari 4 yaitu Ihram, Tawaf, Sa’i, serta Tahullul. Sedangkan Wajib Umroh yaitu Berihram di Miqot.

 

Adapun pembahasan tata cara umroh sesuai sunnah, dengan harapan agar ibadahnya diterima serta berbuah kebaikan setelah menjalankannya.

  1. Melaksanakan Ihram di Tempat Miqat dengan Niat dan serta Memakai Pakaian Ihram.

Berada pada tempat Miqot 5 wilayah yaitu Yalam-lam, Dzul Khulaifah (Bir Ali), Zuhfah, Dzul Irqi, dan Qornulmanajil.

Sunah-Sunah Ihram:

Sebelum ihram dilaksanakan agar merapikan kuku, rambut, jenggot, kumis, bulu ketiak, dan juga bulu-bulu lainnya. Kemudian juga membasahi badan sampai kaki dan juga sampai pada sela-sela jari tangan maupun kaki, dan yang terakhir berwudhu.

Selanjutnya menggunakan pakaian ihram, bagi pria disebut dengan Rida pada bagian atas dan Izzar pada bagan belakang. Sedangkan untuk wanita memakai sama dengan ketika sholat, dengan memakai hijab yang wajib menutupi rambut, pakaian menutupi dada dan juga tidak boleh memakai pakaian tipis.

Niat untuk Umroh antara lain mengucapkan:

  1. Labbaika Allahuma Umratan
  2. Banyak membaca Talbiyah (Labaik allahumma labaik, Labaik la syarika laka labaik, Innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, La syarika laka)
  3. Dengan selingi shalawat (Wa shallallahu ala muhammadin wa ala alihi wa shahbihi wa sallam)
  4. Membaca doa yang disukai.

 

  1. Menjalankan Thawaf Mengelilingi Ka’bah 7 Kali Putaran dengan Arah Berlawanan Jarum Jam.

Jika sampai di Makkah maka langsung dilaksanakkan kegiatan Thawaf menglillingi Ka’bah, mulai dari Hajar Aswad sampai dengan Hajar Aswad kembali sambil dengan bertakbir.

Rabbana atina fiddunyahasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabanar.

Wattakidzu min maqami ibrahima musholla.

Tidak disunahkan untuk mengusap, mencium ataupun menempelkan benda untuk dapat mengambil berkah karena hal tersebut tidak diajarkan oleh Nabi SAW.

Mencium Hajar Aswad hukumnya sunnah namun menghormati sesama muslim wajib. Maka jika keadaan penuh sesak maka dianjurkan untuk berjalan biasa ataupun tetap rapi semampunya.

Sebelum Sai disunahkan untuk meminur air Zam-zam dan berdoa (Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an wa rizqan wasi’an wa syifaan min kulli dain wa saqamin.

  1. Sa’i dari Antara Bukit Safa dan Marwa Sebanyak 7 Kali Putaran.

Selanjutnya keluar menuju safa dan naik ke atas sambil menghadap ke arah ka’bah . Membaca kalimat tahmid serta bacaan takbir sebanyak 3 kali sambil dengan mengangkat kedua tangan. Membaca doa dan ulangi doa setiap 3 kali sesuai dengan sunnah Rasul.

Lalu turun dan lakukan Sa’i sebanyak 7 kali dengan berjalan cepat diantara tanda hijau dan berjalan biasa sebelum tanda itu. Kemudian yang terakhir naikklah ke atas Marwa ;lalu bacakan bacaan takbir dan tahmid 3 kali lagi.

  1. Tahallul dengan Mencukur Rambut Kepala.

Setelah melaksanakan Sa’i maka cukur kepala sampai bersih atau pendekkan rambut bagi kaum pria, adapun juga untuk wanita dengan hanya mencukur sebagiannya saja. Dengan berdoa dan mencukur bagian kanan terlebih dahulu dengan membaca doa (Allahummaghfir lil muhalliqina wa lil muqoshirin).

Dengan melaksanakan 4 point di atas maka sudah menjalankan tata cara umroh sesuai sunnah. Diharapkan dapat membantu serta memperlancar kegiatan umroh sebagai salah satu ibadah haji kecil.